|
Perkembangan ilmu dan teknologi di
bidang pertanian mengarah kepada penggunaan cara-cara budidaya tanaman
yang ramah lingkungan. Budidaya tanaman juga tidak lagi hanya dilakukan
sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan manusia atas bahan pangan,
sandang dan papan, akan tetapi juga dilakukan dalam rangka pengelolaan
lingkungan. Kemampuan untuk mewujudkan hal tersebut sangat terkait
dengan pemahaman atas kerjasama antara mikroorganisme dan tanaman.
Memahami pentingnya kerjasama antara mikroorganisme dan tanaman,
Fakultas Pertanian Universitas Gaadjah Mada mendirikan Seksi
Mikrobiologi pada tahun 1963. Seksi ini kemudian berkembang menjadi
Departemen Mikrobiologi pada tahun 1972. |
|
Kebijakan pemerintah tentang Jenis dan
Jumlah Program Studi di Setiap Jurusan pada Fakultas di Lingkungan
Universitas Gadjah Mada mengharuskan terjadinya perubahan yang
menempatkan Departemen Mikrobiologi sebagai Program Studi Mikrobiologi
yang bernaung dibawah Jurusan Ilmu Tanah. Pembakuan program studi pada
program pendidikan sarjana berdasarkan kurikulum nasional mengakhiri
keberadaan Program Studi Mikrobiologi.
Mengingat pentingnya keberadaan Program Studi Mikrobiologi Pertanian di
Fakultas Pertanian terlebih dengan berkembangnya bioteknologi modern
yang sangat pesat, maka Program Studi Mikrobiologi Pertanian di Fakultas
Pertanian UGM dibuka kembali dengan Surat Keputusan Rektor Universitas
Gadjah Mada Nomor 121/P/SK/HKTL/2003, tertanggal 18 Juni 2003. |