Oleh: Dr. Ir. Taryono, M.Sc.

Pada tanggal 11 – 14 Februari 2008, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta – UGM) melaksanakan kegiatan pelatihan ”Success Skill (Kiat menuju Sukses)” bagi mahasiswa faperta UGM tahun angkatan 2007. Pelatihan bertujuan memberikan bekal ketrampilan khusus (soft skills) berupa ketrampilan kepemimpinan, kewirausahaan, kreativ, dan manajerial, sehingga harapannya lulusan Faperta UGM mempunyai quality awareness, motivasi, daya saing, pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan oleh masyarakat dan bangsa.

Pelatihan ”kiat menuju sukses” memilih 3 kiat utama menuju sukses, yaitu learning skills (kiat bejar), thinking skills (kiat berpikir), dan living skills (kiat hidup). Kiat belajar merupakan ketrampilan yang digunakan untuk mengembangkan diri dalam proses belajar yang berkelanjutan. Dengan ketrampilan tersebut, keluarga Faperta UGM akan selalu mampu mengembangkan diri menuju kualitas diri yang lebih baik. Kiat berpikir merupakan ketrampilan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pengambilan keputusan yang cepat, pemecahan masalah (problem solving) yang tepat diperlukan kiat berfikir yang kuat. Kiat hidup merupakan ketrampilan hidup yang berupa tanggung jawab, daya juang, ketrampilan membangun hubungan sosial, kematangan emosi dan jiwa kepemimpinan. Kiat hidup sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat.

Mendengarkan ceritera sukses orang lain akan menjadi suatu bahan pembelajaran yang baik. Keluarga besar faperta UGM dapat belajar kiat-kiat yang dilakukan, hambatan dan tantangan hidup yang harus dihadapi, keluarga besar faperta UGM akan menjadi lebih siap atau paling tidak dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum memasuki dunia nyata yaitu berinteraksi dengan masyarakat.

Dalam pelatihan ”kiat menuju sukses” tahun 2008 telah diundang salah satu alumni faperta UGM yang langsung berwiraswasta sebagai petani tanaman hortikultura di wilayah Jawa Barat. Beliau adalah saudara Ir. Arif Darmono yang dilahirkan di Kulonprogo kira-kira 40 tahun yang lalu. Saudara Arif Darmono masuk di Faperta UGM tahun 1988 dan lulus tahun 1994. Hal yang perlu diacungi jempol dari saudara Arif adalah keberaniannya memilih menjadi sarjana yang petani atau petani yang bergelar sarjana.

Dengan latar belakang beliau yang petani, maka sangat sulit untuk menjelaskan kepada kedua orangtuanya saat beliau memutuskan memilih menjadi petani di saat lulusan pertanian masih mempunyai prospek yang baik di dunia kerja. Saudara Arif juga mengalami banyak kesulitan di awal usahanya menjadi petani, sehingga kemudian disarankan oleh kerabatnya untuk berpindah profesi menjadi pegawai atau karyawan. Hanya dengan keuletan dan dasar pengetahuan pertaniannya, saudara Arif yakin bahwa profesi petani bukan profesi yang harus dikesampingkan.

Saat ini saudara Arif boleh dikatakan telah menjadi seorang petani yang sarjana. Dengan berbekal pengetahuan pertaniannya, pengalaman petani dan jejaringnya, saudara Arif telah dijadikan panutan petani hortikultura khususnya lombok tingkat nasional.

Untuk menjadi orang yang berguna di masyarakat, kita tidak harus berprofesi sebagai pegawai atau karyawan. Apapun profesi kita asal digeluti dengan profesional dan serius, kita akan menjadi orang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat