sUCCESS STORY

Aldrian: Chief Executive Officer at PT Vasham Kosa Sejahtera - ‎PT Vasham Kosa Sejahtera

Description: http://hariansib.co/photo/dir122015/hariansib_Irvan-Kolonas--Bapak-Asuh-Petani-Jagung.jpgIngin meningkatkan kesejahteraan petani miskin di daerah menjadi tujuan Aldrian Irvan Kolonas mendirikan Vasham di 2013. Dia mengajak petani jagung di Lampung untuk bercocok tanam yang benar serta lewat pinjaman modal tanpa bunga. Saat ini Vasham telah menaungi sekitar 3.000 petani.
Buku karangan Muhammad Yunus berjudul Banker to The Poor menjadi titik balik Aldrian Irvan Kolonas untuk bertekad menjadi social entrepreneur. Cita-citanya terdahulu yang ingin menjadi 10 orang terkaya di Indonesia serta merta pupus. Tulisan bankir asal Banglades yang meraih nobel berkat usahanya mengembangkan pinjaman skala mikro bagi pengusaha miskin membuatnya terinspirasi.

Irvan pun menyusun ulang cita-cita dengan ingin berbisnis, tapi harus berkontribusi bagi sesama. Setelah selesai menempuh pendidikan di University of Southern California, AS, Aldrian sempat bergabung pada bisnis keluarga di bidang peternakan. Namun, seiring berjalannya waktu, ia tidak lagi merasakan tantangan di pekerjaannya waktu itu.
Lantas, sulung dari tiga bersaudara ini mengikuti program Innovative Dynamic Education and Action for Sustainability (IDEAS) Indonesia yang diselenggarakan United in Diversity. Dalam program ini, Irvan diajarkan untuk membentuk transformasi secara individu, keluarga, organisasi, dan negara.

Dari sini niat Irvan untuk menjadi social entrepreneur makin bulat. Atas saran sang ayah, Irvan memutuskan untuk bergerak dalam bidang agrobisnis, khususnya di perkebunan jagung. Irvan mulai melakukan riset ke Lampung, daerah yang menjadi tujuan pengembangannya pada Mei 2013 lalu.
Usai mengetahui permasalahan dan kebutuhan dari petani di sana, pada Oktober 2013, pilot project dimulai dengan mendirikan Vasham yang ditandai dengan penanaman jagung di lahan seluas 70 hektare (ha) dan diikuti 100 petani.

Vasham bertujuan menawarkan solusi bisnis yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kecil agar bisa mandiri dan sukses. Itu sebabnya, syarat bergabung dengan Vasham yakni petani yang memiliki lahan kurang dari 2 ha dan belum bisa mandiri secara finansial. Menurutnya, kendala terbesar adalah mengedukasi petani bercocok tanam yang benar.

Laki-laki kelahiran tahun 1988 ini menawarkan konsep kemitraan dengan petani lewat sistem bagi hasil. Vasham akan memberikan pinjaman sarana produksi pertanian tanpa bunga. Dalam sistem ini petani akan mendapatkan 90% dari hasil penjualan. Sehingga petani tidak lagi harus menjual di harga rendah ke tengkulak. "Cara ini terbukti ampuh menaikkan pendapatan para petani sebesar 40% hingga 100%," kata dia.
Saat ini Vasham telah menaungi 3.000 petani dari Lampung Timur dengan luas lahan sekitar 2.000 ha. Tahun depan, Irvan ingin membuka tiga cabang lagi di Lampung dan akan berekspansi ke Jawa Timur dan Jawa Tengah. Targetnya di tahun 2020, ia bisa menjaring 100.000 petani dengan luas lahan 76.000 ha.

(sumber: Kontan.co.id)