PENDAHULUAN

Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat suatu negara sangat ditentukan oleh peran para pewirausaha (entrepreneurs). Menurut data yang disampaikan oleh Kementrian Perindustrian, pada tahun 2015, melalui konferensi pers, jumlah pewirausaha Indonesia baru mencapai 1.6% dari total populasi, sementara itu pewirausaha negara tetangga kita:  Singapura (7%), Malaysia (5%), dan Thailand (4%). Peluang usaha di Indonesia sangat terbuka lebar bagi para pemula (start up), yang ditunjukkan oleh beberapa fakta berikut ini :

  1. Indonesia merupakan pasar yang sangat besar di Asia, dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta;
  2. Pertumbuhan investasi, terutama sektor makanan dan minuman dalam lima tahun terakhir menunjukkan trend yang meningkat. Pada 2014, investasi PMDN industri ini tumbuh 30% YoY menjadi Rp 19,6 triliun, sedangkan PMA tumbuh 48% YoY menjadi  USD 3.139,6 juta.
  3. Meningkatnya pendapatan (melalui upah yang lebih tinggi) diharapkan dapat meningkatkan pembelian produk-produk konsumsi. PDB per kapita Indonesia diproyeksikan lebih dari USD 4.000 pada tahun 2015. 
  4. Meningkatnya jumlah penduduk, terutama penambahan jumlah populasi pada kelas menengah, mendorong meningkatkan konsumsi. Menurut Nielsen, 48% dari total belanja produk-produk konsumsi (fast moving consumer goods / FMCG) berasal dari kalangan kelas menengah.
  5. Bonus demografi, yaitu membesarnya porsi penduduk usia produktif (< 30th) yang mencapai lebih dari 50% total penduduk Indonesia pada tahun 2015.  
  6. Consumer Confidence Index (CCI) menunjukkan bahwa tingkat optimisme kalangan konsumen Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain.

Pertumbuhan industri agro sendiri tahun 2015 ditargetkan mencapai 7,5%, sedikit di atas tahun 2014 yang sebesar 7,12%. Untuk merealisasikan proyeksi pertumbuhan tersebut, Kemenperin bersama Badan Koordinator Penanaman Modal akan mengatasi segala hambatan prosedur investasi mengingat terjadinya bottlenecking telah berdampak pada tertundanya sejumlah investasi disektor agribisnis. Selain itu, pemerintah akan memberikan keringanan pajak (tax allowance) dan pembebasan pajak jangka waktu tertentu (tax holiday). pertumbuhan industri agro pada 2015 akan dimotori oleh subsektor andalan, yakni kelapa sawit, pengolahan rotan, kertas, pengolahan karet, dan kakao (sumber: Mandiri Update, Feb 2015).